Azan dikampung ku dua Kali koq….
malam nan sunyi…gunung dempo yang sejuk mengajaku untuk terus berselancar dialam mimpi….seolah tak ingin terbangun dari tidur…namun apa mau dikata, mataku tak mau diajak berkompromi, mata ini perlahan mulai terbuka..dan yang pertama kali ku tatap adalah jam beker yang nongkrong di meja belajar sepupuku….aku tersentak dan langsung bangun…Masya Allah dah jam setengah lima …buru buru aku ambil air wudhu, kemudian dengan langkah agak tergesa aku menuju masjid.
hemm pohon cemara yang berdiri kokoh didepan masjid menambah kesan tersendiri…namun hamparan hijau kebun teh menambah kesan mendalam dikala subuh menjelang ah…indahnya..
yach akhirnya sampai juga aku dimasjid, langsung deh kusambar microfon dan tanpa tengok kanan kiri langsung kukumandangkan azan, dan suaraku pun menggaung keseantero perkampungan dikaki bukit gunung dempo. biarpun suara azan ku ga sebagus azan yang ada di teve and radiao tapi ..lumayanlah dari pada ga ada yang azan
. azanku sampai kepenghujung dan lansung kususul dengan shalat sunah dua rekaat sambil menunggu jamaah berdatangan. dan setelah beberapa lama menunggu datanglah satu orang ia pun langsung melaksanakan shalat sunah. sambil menahan kantuk aku masih menunggu jamaah yang lain, tapi karena tak kunjung datang akhirnya kami berdua memutuskan untuk melaksanakan shalat dan aku berdiri sebagai imam. salam kami menandakan bahwa sholat telah selesai dilaksanakan.
seperti biasa sehabis sholat aku melafaszkan dzikir, dan sambil berzikir mataku menatap kearah jam diding, aku sedikit bingung menatap jarum jam, koq……? masih jam tiga pagi..ah paling jamnya eror kataku dalam hati…dzikirpun kelar tanpa basa basi dengan sibapak aku langsung beranjak pulang.
kreek….. ku buka pintu rumah dan lansung ku tatap jam yang ada didinding, toeng…toeng..toeng.. kok jam yang dirumah kompak ya sama jam yang ada dimasjid? masih jam tiga pagi, nah terus jam beker yang ada dikamar….? trus yang mana yang bener..nih?!
akhirnya karena masih bingung aku berusaha menunggu tentu sambil menahan kantuk..dan..setelah hampir satujam lebih kampung sebelah mengumandangkan azan troeng…duh..gimana nih.. yah akhirnya aku ulang sholat dirumah…padahal tadi di masjid dah di niatkan shalat shubuh.. kenapa juga ya si bapak ga ngobrol..
mentari pagi mualai menebarkan pesona sinarnya dan birunya gunung dempo pun terpampang membuat kagum yang memandang. sepupuku yang paling kecil mulai cengar cengir karena telah sukses ngerjain aku, ternyata jam beker ia set lebih cepat satu jam.
siangnya setelah shalat dzuhur, pak haji yang biasa menjadi imam pun bertanya “kok tadi malem azanya kecepetan” sambil menahan malu aku ngeles aja “kalo dikampungku azdanya dua kali kok pak”…duh malu aku…
nah makanya …teliti dulu, berfikir dan baru bertindak…